Kamis, 06 Februari 2020

SI CANTEL YANG MEMGHILANG


Cantel  seekor kucing berwarna kuning. Diberi nama Cantel karena memiliki ekor yang melengkung seperti tambang yang diikat ujungnya dan seperti pengait untuk menarik barang, unik sekali. Cantelnya seperti dua anak bersahabat yang menyatukan kedua jari kelingkingnya. Tidak tahu siapa bapaknya, kucing susah ditebak. 

Saat masih bayi, ibunya cantel meninggal karena keracunan.  Dari Hasil invertigasi dinas intelejen perkucingan dan otopsi kasat mata, racun dimakan Lazy, induknya si Cantel, saat keliling komplek. Sulit di tebak, siapa pemberi racun dan dimana racun itu termakan. Saat pulang mulut sudah berbusa dan mirip lem tikus menempel hidungnya. Di perkirakan saat keliling komplek, Lazy menemukan tikus yang menempel di lem tikus yang dilengkapi makanan beracun. Seperti jebakan tikus gabungan. Gabungan antara lem dan makanan beracun. Lazy pun tewas di rumah. Lazy berusaha pulang dengan badan sempoyongan. Berusaha menyusui cantel didetik detik terakhir. Jadi sedih saya.

Setelah dilakukan pemakaman secara kucing, cantel jadi sebatang kara. Makan tidak mau, minum susu formula kucing pun tak mau. Makanan khusus bayi kucing pun, tetap tdk mau. Badannya jadi kurus, lemas dan tak bertenaga. Saya pasrah saja pada yan Maha Kuasa. Mau di rawat, kayaknya masih kecil banget.

Di teras rumah kebetulan ada emak kucing yang masih menyusui anaknya. Tidak berpindah tempat karena saya siapkan kardus. Istri saya bilang, coba dikasih ke kucing yang ada di luar, mungkin mau menyusui. Saya agak kuatir, si cantel akan di usir. Karena kucing termasuk hewan yang sangat menjaga anak anak kandungnya. Diluar dugaan, ternyata si Emak mau menyusui walau agak bingung. Kenapa anaknya jadi tambah satu. 

Alhamdulillah si cantel hidup sehat dengan Emak asuhnya. Kucing yang baik, mau menyusui walaupun bukan anaknya. Cantel tumbuh sehat dan gesit. Menjadi kucing rumah yang sangat manja di saat mau makan dan mengantuk. Mengeong ngeong di kaki ingin di manja. 

Sekarang cantel entah dimana, semoga bisa diketahui keberadaannya. Saat bermain dengan saudara saudara sebulan yang lalu. Belum  kembali sampai sekarang. Semoga kamu tetap sehat. Bila ada yang merawat, semoga bisa merawat lebih baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar